Free Web space and hosting from freehomepage.com
Search the Web

PERKENALAN | AKTIVITAS-AKTIVITAS PALSU | RAHASIA-RAHASIA KEBOHONGAN KAMI | CARA MENJAGA KREDIBILITAS ANDA | BERITA-BERITA AKTUAL TENTANG KRIMINALITAS PARANORMAL. | ALASAN DAN HARAPAN PARANORMAL | FOTO-FOTO AKTIVITAS DIBALIK BELAJAR ILMU GHAIB/SIHIR | LINKS | GUESTBOOK DAN FORUM
TRIK-TRIK KAMI LAYAKNYA PARANORMAL
"Barangsiapa yang mendatangi tukang ramal lalu bertanya kepadanya tentang sesuatu, maka tidak diterima sholatnya selama 40 hari". (HR Muslim dari sebagian Istri-istri Rasulullah Saw)






Alasan kami untuk meninggalkan kegiatan perguruan:

Perasaan dosa yang kami perbuat (menipu, berbuat sirik, sikap sok tahu, dan serakah) selalui menhantui hidup kami selama kami menjadi guru. Sikap ini pertama-tama dikemukakan oleh salah satu anggota guru kami yang merasa tersiksa dalam melakukan dosa besar tersebut. Dosa yang paling dominan menurut teman saya pada waktu itu yaitu mengajarkan orang-orang untuk menyekutukan Tuhan. Lagipula keluarga teman saya tersebut tidak meridoi kegiatan-kegiatan tersebut. Sukurlah setelah padepokan kami ditutup, dengan uang yang kami kumpulkan selama 7 tahun, kami bisa membuka bisnis baru yang lebih bermanfaat untuk kami dan orang lain. Bisnis yang kami jalankan hingga hari ini yaitu warnet, sebagai importer/supplier/distributor sepatu buatan china untuk toko-toko ritel di kota Bandung, jakarta, Surabaya dan Medan), dan juga sebagai supplier pakaian batik untuk dipasarkan keluar negeri.

DIBAWAH INI ADALAH KUMPULAN ARTIKEL-ARTIKEL INFORMATIF DIMANA PARANORMAL TIDAK INGIN ANDA UNTUK MEMBACANYA
Peringatan: Dewasa ini banyak pengajian-pengajian atau kegiatan-kegiatan agama dimana ketua organisasi tersebut menyisipkan ajaran-ajaran sihir dengan cara memberi janji-janji palsu untuk mendapatkan ilmu ghaib kepada para pengikutnya. Mereka mentargetkan orang-orang yang lemah iman dan frustasi untuk dijadikan pengikut mereka. Ironisnya, mereka membohongi para pengikut mereka dengan alasan bahwa ilmu mereka berasal dari Allah dan bisa dimiliki atau dipelajari oleh siapa saja. Hal ini dimaksudkan sebagai usaha-usaha komersial atau kampanye perguruan mereka dalam mendapatkan pengikut sebanyak mungkin yang otomatis akan tersalurnya nafsu kerakusan-kerakusan akan finansial dan duniawi mereka. Dapat anda buktikan dengan kegiatan-kegiatan mereka seperti:
a. Pengajian dan ceramah keagamaan yang diikuti dengan penjualan benda-benda bertuah (jimat).
b. Pengajian atau ceramah keagamaan yang diselingi dengan aksi-aksi kesurupan (membuat salah satu pengikut menjadi kesurupan serta penyembuhan), penyembuhan-penyembuhan ghaib, ramalan-ramalan, demonstrasi kekebalan dll
c. Pengajian atau ceramah keagamaan yang diselingi oleh pesan-pesan khusus untuk MENGKULTUSKAN guru mereka (memberi barang pribadi guru tsb, mencantumkan nama guru mereka untuk dishalawatkan, memberikan suatu pemikiran syirik yaitu seakan-akan para pengikutnya akan ditolong oleh guru mereka dimanapun mereka berada seakan-akan guru mereka bukan manusia biasa dll)
d. Pengajian atau ceramah keagamaan yang diselingi dengan cerita-cerita tentang kesaktian seseorang, tentang ilmu-ilmu ghaib yang bisa dipelajari yang dimaksudkan untuk memberikan pandangan bahwa mereka seakan-akan mengenal dunia ghaib.
Mereka akan menutup mata anda dengan ayat dibawah ini:
Allah Mahamengetahui yang ghaib. Ia tidak akan memberitahukan rahasia keghaiban-Nya kepada siapa pun kecuali kepada rasul yang dipilihnya. (Q. S. al-Jin: 26-27)

Karena mereka (paranormal/dukun/ahli sihir) adalah BUKAN RASUL dan mendapatkan ilmu tersebut melalui makhluk-makhluk Allah yang lain, maka anda dilarang untuk mempercayainya karena mereka hanya MENYAMAR SEBAGAI RASUL. Adapun kata-kata kunci mereka untuk menyembunyikan aktivitas-aktivitas sihir tersebut yaitu dengan cara mengatakan: "ilmu yang mereka ajarkan datangnya dari Allah"







Risalah tentang
"SIHIR & PERDUKUNAN"
( 1 )
Oleh : Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz. (Kami ambil dari situs Alsofwah)
Hukum Sihir Dan Perdukunan.
Segala puji hanya kepunyaan Allah, shalawat dan salam semoga dilimpahkan kepada junjungan umat, Nabi besar Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam, yang tiada lagi Nabi sesudahnya.
Akhir-akhir ini banyak sekali tukang-tukang ramal yang mengaku dirinya sebagai tabib, dan mengobati orang sakit dengan jalan sihir atau perdukunan. Mereka kini banyak menyebar di berbagai negeri; orang-orang awam yang tidak mengerti sudah banyak menjadi korban pemerasan mereka.
Maka atas dasar nasihat (loyalitas) kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala dan kepada hamba-hambaNya, saya ingin menjelaskan tentang betapa besar bahayanya terhadap Islam dan umat Islam adanya ketergantungan kepada selain Allah dan bahwa hal tersebut bertolak belakang dengan perintah Allah dan RasulNya.
Dengan memohon pertolongan Allah Ta'ala saya katakan bahwa berobat dibolehkan menurut kesepakatan para ulama. Seorang muslim jika sakit hendaklah berusaha mendatangi dokter yang ahli, baik penyakit dalam, pembedahan, saraf, maupun penyakit luar untuk diperiksa apa penyakit yang dideritanya. Kemudian diobati sesuai dengan obat-obat yang dibolehkan oleh syara', sebagaimana yang dikenal dalam ilmu kedokteran. Dilihat dari segi sebab dan akibat yang biasa berlaku, hal ini tidak bertentangan dengan ajaran tawakkal kepada Allah dalam Islam. Karena Allah Ta'ala telah menurunkan penyakit dan menurunkan pula obatnya. Ada di antaranya yang sudah diketahui oleh manusia dan ada yang belum diketahui. Akan tetapi Allah Ta'ala tidak menjadikan penyembuhannya dari sesuatu yang telah diharamkan kepada mereka.
Oleh karena itu tidak dibenarkan bagi orang yang sakit, mendatangi dukun-dukun yang mendakwakan dirinya mengetahui hal-hal ghaib, untuk mengetahui penyakit yang dideritanya. Tidak diperbolehkan pula mempercayai atau membenarkan apa yang mereka katakan, karena sesuatu yang mereka katakan mengenai hal-hal yang ghaib itu hanya didasarkan atas perkiraan belaka, atau dengan cara mendatangkan jin-jin untuk meminta pertolongan kepada jin-jin tersebut sesuai dengan apa yang mereka inginkan. Dengan cara demikian dukun-dukun tersebut telah melakukan perbuatan-perbuatan kufur dan sesat.
Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam menjelaskan dalam berbagai haditsnya sebagai berikut :

"Imam Muslim meriwayatkan dalam kitab 'Shahih Muslim', bahwasanya Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda : 'Barangsiapa mendatangi 'arraaf' (tukang ramal)) kepadanya, tidak akan diterima shalatnya selama empat puluh hari."


"Dari Abu Hurairah radhiallahu anhu dari Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam, beliau bersabda:'Barangsiapa yang mendatangi kahin (dukun)) dan membenarkan apa yang ia katakan, sungguh ia telah kafir terhadap apa yang diturunkan kepada Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam." (HR. Abu Daud).


"Dikeluarkan oleh empat Ahlus Sunan dan dishahihkan oleh Al-Hakim dari Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam dengan lafazh: 'Barangsiapa mendatangi tukang ramal atau dukun dan membenarkan apa yang ia katakan, sungguh ia telah kafir terhadap apa yang diturunkan kepada Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam."


"Dari Imran bin Hushain radhiallahu anhu, ia berkata: 'Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: 'Bukan termasuk golongan kami yang melakukan atau meminta tathayyur (menentukan nasib sial berdasarkan tanda-tanda benda,burung dan lain-lain),yang meramal atau yang meminta diramalkan, yang menyihir atau meminta disihirkan dan barangsiapa mendatangi peramal dan membenarkan apa yang ia katakan, maka sesungguhnya ia telah kafir terhadap wahyu yang diturunkan kepada Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam."(HR. Al-Bazzaar,dengan sanad jayyid).

Hadits-hadits yang mulia di atas menunjukkan larangan mendatangi peramal, dukun dan sebangsanya, larangan bertanya kepada mereka tentang hal-hal yang ghaib, larangan mempercayai atau membenarkan apa yang mereka katakan, dan ancaman bagi mereka yang melakukannya.
Oleh karena itu, kepada para penguasa dan mereka yang mempunyai pengaruh di negerinya masing-masing, wajib mencegah segala bentuk praktek tukang ramal, dukun dan sebangsanya, dan melarang orang-orang mendatangi mereka.
Kepada yang berwenang supaya melarang mereka melakukan praktek-praktek di pasar-pasar, mall-mall atau di tempat-tempat lainnya, dan secara tegas menolak segala yang mereka lakukan. Dan hendaknya tidak tertipu oleh pengakuan segelintir orang tentang kebenaran apa yang mereka lakukan. Karena orang-orang tersebut tidak mengetahui perkara yang dilakukan oleh dukun-dukun tersebut, bahkan kebanyakan mereka adalah orang-orang awam yang tidak mengerti hukum, dan larangan terhadap perbuatan yang mereka lakukan.
Rasulullah 'Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam telah melarang umatnya mendatangi para peramal, dukun dan tukang tenung. Melarang bertanya serta membenarkan apa yang mereka katakan. Karena hal itu mengandung kemungkaran dan bahaya besar, juga berakibat negatif yang sangat besar pula. Sebab mereka itu adalah orang-orang yang melakukan dusta dan dosa.
Hadits-hadits Rasulullah tersebut di atas membuktikan tentang kekufuran para dukun dan peramal. Karena mereka mengaku mengetahui hal-hal yang ghaib, dan mereka tidak akan sampai pada maksud yang diinginkan melainkan dengan cara berbakti, tunduk, taat, dan menyembah jin-jin. Padahal ini merupakan perbuatan kufur dan syirik kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala. Orang yang membenarkan mereka atas pengakuannya mengetahui hal-hal yang ghaib dan mereka meyakininya, maka hukumnya sama seperti mereka. Dan setiap orang yang menerima perkara ini dari orang yang melakukannya, sesungguhnya Rasulullah 'Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam berlepas diri dari mereka.
Seorang muslim tidak boleh tunduk dan percaya terhadap dugaan dan sangkaan bahwa cara seperti yang dilakukan itu sebagai suatu cara pengobatan, semisal tulisan-tulisan azimat yang mereka buat, atau menuangkan cairan timah, dan lain-lain cerita bohong yang mereka lakukan.
Semua ini adalah praktek-praktek perdukunan dan penipuan terhadap manusia, maka barangsiapa yang rela menerima praktek-praktek tersebut tanpa menunjukkan sikap penolakannya, sesungguhnya ia telah menolong dalam perbuatan bathil dan kufur.
Oleh karena itu tidak dibenarkan seorang muslim pergi kepada para dukun, tukang tenung, tukang sihir dan semisalnya, lalu menanyakan kepada mereka hal-hal yang berhubungan dengan jodoh, pernikahan anak atau saudaranya, atau yang menyangkut hubungan suami istri dan keluarga, tentang cinta, kesetiaan, perselisihan atau perpecahan yang terjadi dan lain sebagainya. Sebab semua itu berhubungan dengan hal-hal ghaib yang tidak diketahui hakikatnya oleh siapa pun kecuali oleh Allah Subhanahhu wa Ta'ala.
Sihir sebagai salah satu perbuatan kufur yang diharamkan oleh Allah, dijelaskan di dalam surat Al-Baqarah ayat 102 tentang kisah dua Malaikat:
Dan mereka mengikuti apa yang dibaca oleh syetan-syetan pada masa kerajaan Sulaiman (dan mereka mengatakan bahwa Sulaiman itu mengerjakan sihir), padahal Sulaiman tidak kafir (tidak mengerjakan sihir). Mereka mengajarkan sihir kepada manusia dan apa yang diturunkan kepada dua orang malaikat di negeri Babil yaitu Harut dan Marut, sedang keduanya tidak mengajarkan (sesuatu) kepada seorang pun sebelum mengatakan:"Sesungguhnya kami hanya cobaan (bagimu), sebab itu janganlah kamu kafir'. Maka mereka mempelajari dari kedua malaikat itu apa yang dengan sihir itu mereka dapat menceraikan antara seorang (suami) dengan istrinya. Dan mereka itu (ahli sihir) tidak memberi mudharat dengan sihirnya kepada seorang pun kecuali dengan izin Allah. Dan mereka mempelajari sesuatu yang memberi mudharat kepadanya dan tidak memberi manfaat. Demi, sesungguhnya mereka telah meyakini bahwa barangsiapa yang menukarkan ayat (kitab Allah) dengan sihir itu, tiadalah baginya keuntungan di Akhirat, dan amat jahatlah perbuatan mereka menjual dirinya dengan sihir, kalau mereka mengetahui."(Al-Baqarah:102)
Ayat yang mulia ini juga menunjukkan bahwa orang-orang yang mempelajari ilmu sihir, sesungguhnya mereka mempelajari hal-hal yang hanya mendatangkan mudharat bagi diri mereka sendiri, dan tidak pula mendatangkan sesuatu kebaikan di sisi Allah Subhanahu wa Ta'ala. Ini merupakan ancaman berat yang menunjukkan betapa besar kerugian yang diderita oleh mereka di dunia ini dan di Akhirat nanti. Mereka sesungguhnya telah memperjualbelikan diri mereka dengan harga yang sangat murah, itulah sebabnya Allah berfirman :
"Dan alangkah buruknya perbuatan mereka menjual dirinya dengan sihir itu, seandainya mereka mengetahui."
Kita memohon kepada Allah kesejahteraan dan keselamatan dari kejahatan sihir dan semua jenis praktek perdukunan serta tukang sihir dan tukang ramal. Kita memohon pula kepadaNya agar kaum muslimin terpelihara dari kejahatan mereka. Semoga Allah Subhanahu wa Ta'ala memberikan pertolongan kepada kaum muslimin agar senantiasa berhati-hati terhadap mereka, dan melaksanakan hukum Allah dengan segala sangsi-sangsinya kepada mereka, sehingga manusia menjadi aman dari kejahatan dan segala praktek keji yang mereka lakukan.
Sungguh Allah Maha Pemurah lagi Maha Mulia!.


"Sesungguhnya kamu dapati orang-orang yang paling keras permusuhannya terhadap orang-orang yang beriman adalah orang-orang Yahudi dan orang-orang musyrik..." (QS. Al-Maidah 82



SYIRIK DAN BAHAYANYA (diambil dari situs alfurqaan)
Syirik adalah menyamakan selain Allah dengan Allah pada perkara yang merupakan hak istimewa-Nya. Hak istimewa Allah seperti: Ibadah, mencipta, mengatur, memberi manfaat dan mudharat, membuat hukum dan syari’at dan lain-lainnya.

JENIS-JENIS SYIRIK

1. Syirik Akbar

Syirik ini menjadi penyebab keluarnya sese-orang dari agama Islam, dan orang yang bersangkutan jika meninggal dalam keadaan demikian, akan kekal di dalam neraka. Hakikat syirik akbar adalah memalingkan salah satu jenis ibadah kepada selain Allah! Seperti memohon dan taat kepada selain Allah, bernadzar untuk selain Allah, takut kepada mayat, kuburan, jin, setan disertai keyakinan bahwa hal-hal tersebut dapat memberi bahaya dan mudharat kepadanya, memohon perlindungan kepada selain Allah, seperti meminta perlindungan kepada jin dan orang yang sudah mati, mengharapkan sesuatu yang tidak dapat diwujudkan kecuali oleh Allah, seperti meminta hujan kepada pawang, meminta penyembuhan kepada dukun dengan keyakinan bahwa dukun itulah yang menyembuhkannya, mengaku mengetahui perkara ghaib, menyembelih hewan kurban yang ditujukan untuk selain Allah.

Thariq bin Syihab menuturkan bahwa Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda (yang terjemahannya):
Ada seseorang masuk surga karena seekor lalat, dan ada seseorang masuk neraka karena seekor lalat pula.Para shahabat bertanya: Bagaimana hal itu, ya Rasulul-lah? Beliau menjawab: Ada dua orang berjalan melewati suatu kaum yang mempunyai berhala, yang mana tidak seorang pun melewati berhala itu sebelum mempersembahkan kepadanya suatu kurban. Ketika itu, berkatalah mereka kepada salah seorang dari kedua orang tersebut: Persembahkanlah kurban kepadanya!Dia menjawab: Aku tidak mempunyai sesuatu yang dapat kupersem-bahkan kepadanya.” Mereka pun berkata kepadanya lagi: Persembahkan sekalipun seekor lalat.Lalu orang itu mempersembahkan seekor lalat mereka pun memperkenankan dia untuk meneruskan perjalanan. Maka dia masuk neraka karenanya. Kemudian berkatalah mereka kepada seorang yang lain: Persembahkanlah kurban kepadanya.Dia menjawab: Aku tidak patut mempersembahkan sesuatu kurban kepada selain Allah Azza wa Jalla.Kemudian mereka memenggal lehernya, karenanya orang ini masuk surga.(HR. Imam Ahmad).

Dan termasuk penyembelihan jahiliyah –yang terkenal di zaman kita sekarang ini- adalah menyembelih untuk jin. Yaitu manakala mereka membeli rumah atau membangunnya, atau ketika menggali sumur mereka menyembelih di tempat tersebut atau di depan pintu gerbangnya sebagai sembelihan (sesajen) karena takut dari gangguan jin. (Lihat Taisirul Azizil Hamid, hal. 158).

Macam-macam Syirik Besar

a. Syirik dalam berdoa

Yaitu meminta kepada selain Allah, disamping meminta kepada-Nya. Allah Subhanahu wa Ta ala berfirman dalam kitab-Nya (yang terjemahannya):
"Dan orang-orang yang kamu seru selain Allah tiada mempunyai apa-apa meskipun setipis kulit ari. Jika kamu meminta kepada mereka, mereka tiada mendengar seruanmu, dan kalau mereka mendengar mereka tidak dapat memperkenankan permintaanmu.” (Faathir: 13-14)

b. Syirik dalam sifat Allah

Seperti keyakinan bahwa para nabi dan wali mengetahui perkara-perkara ghaib. Allah Ta aala telah membantah keyakinan seperti itu dengan firman-Nya (yang terjemahannya):

Dan pada sisi Allah-lah kunci-kunci semua yang ghaib, tidak ada yang mengetahuinya kecuali dia sendiri. (al-Anam : 59). Lihat QS. al-Jin: 26-27.

Pengetahuan tentang hal yang ghaib merupakan salah satu hak istimewa Allah, menisbatkan hal tersebut kepada selain-Nya adalah syirik akbar.

c. Syirik dalam Mahabbah (kecintaan)

Mencintai seseorang, baik wali atau lainnya layaknya mencintai Allah, atau menyetarakan cinta-nya kepada makhluk dengan cintanya kepada Allah Ta ala. Mengenai hal ini Allah Ta ala berfirman (yang terjemahannya):

“Dan di antara manusia ada orang-orang yang menyembah tandingan-tandingan selain Allah, mereka mencintainya sebagaimana mereka mencintai Allah, adapun orang-orang yang beriman sangat cintanya kepada Allah. (al-Baqarah: 165).

Mahabbah dalam ayat ini adalah mahabbatul ubu-diyah (cinta yang mengandung unsur-unsur iba-dah), yaitu cinta yang dibarengi dengan ketundukan dan kepatuhan mutlak serta mengutamakan yang dicintai daripada yang lainnya. Mahabbah seperti ini adalah hak istimewa Allah, hanya Allah yang berhak dicintai seperti itu, tidak boleh diperlakukan dan disetarakan dengan-Nya sesuatu apapun.

d. Syirik dalam ketaatan

Yaitu ketaatan kepada makhluk, baik wali ataupun ulama dan lain-lainnya, dalam mendurhakai Allah Ta’ala. Seperti mentaati mereka dalam menghalal-kan apa yang diharamkan Allah Ta’ala, atau mengharamkan apa yang dihalalkan-Nya.

Mengenai hal ini Allah Subhanahu wa Ta ala berfirman (yang terjemahannya): Mereka menjadikan orang-orang alim, dan rahib-rahib mereka sebagai Tuhan selain Allah. (at-Taubah: 31).

Taat kepada ulama dalam hal kemaksiatan inilah yang dimaksud dengan menyembah berhala mereka! Berkaitan dengan ayat tersebut di atas, Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam menegaskan (yang terjemahannya): Tidak ada ketaatan kepada makhluk dalam bermaksiat kepada al-Khaliq (Allah). (Hadits Shahih, diriwayatkan oleh Ahmad).
e. Syirik khauf (takut)

Jenis-jenis takut

1. Khauf Sirri; yaitu takut kepada selain Allah Subhanahu wa Ta ala, berupa berhala, thaghut, mayat, makhluk gahib seperti jin, dan orang-orang yang sudah mati, dengan keyakinan bahwa mereka dapat menimpakan mudharat kepada makhluk. Allah Subhanahu wa Ta ala berfirman (yang terjemahannya): Janganlah kamu takut kepada mereka, takutlah kamu kepada-Ku jika kamu benar-benar orang beriman.(Ali Imran: 175).

2. Takut yang menyebabkan seseorang mening-galkan kewajibannya, seperti: Takut kepada sese-orang sehingga menyebabkan kewajiban diting-galkan. Takut seperti in hukumnya haram, bahkan termasuk syirik ashghar (syirik kecil). Berkaitan dengan hal tersebut Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda (yang terjemahannya): Janganlah seseorang dari kamu menghinakan dirinya! Shahabat bertanya: Bagaimana mungkin seseorang menghinakan dirinya sendiri? Rasulullah bersabda: Yaitu ia melihat hak Allah yang harus ditunaikan, namun tidak ditunaikannya! Maka Allah akan berkata kepadanya di hari kiamat: Apa yang mencegahmu untuk mengucapkan begini dan begini?. Ia menjawab: Karena takut kepada manusia!. Allah berkata: Seharusnya hanya kepadaKu saja engkau takut. (HR. Ibnu Majah dari Abu Said al Khudry, Shahih).
3. Takut secara tabiat, takut yang timbul karena fitrah manusia seperti takut kepada binatang buas, atau kepada orang jahat dan lain-lainnya. Tidak termasuk syirik, hanya saja seseorang janganlah terlalu didominasi rasa takutnya sehingga dapat dimanfaatkan setan untuk menyesatkannya.

f. Syirik hulul

Percaya bahwa Allah menitis kepada makhluk-Nya. Ini adalah aqidah Ibnu Arabi (bukan Ibnul Arabi, beliau adalah ulama Ahlus Sunnah –pen.) dan keyakinan sebagian kaum Sufi yang ekstrem.

g. Syirik Tasharruf

Keyakinan bahwa sebagian para wali memiliki kua-sa untuk bertindak dalam mengatur urusan makh-luk. Keyakinan seperti ini jelas lebih sesat daripada keyakinan musyrikin Arab yang masih meyakini Allah sebagai Pencipta dan Pengatur alam semesta.

h. Syirik Hakimiyah

Termasuk syirik hakimiyah adalah membuat undang-undang yang betentangan dengan syariat Islam, serta membolehkan diberlakukannya undang undang tersebut atau beranggapan bahwa hukum Islam tidak sesuai lagi dengan zaman. Yang tergo-long musyrik dalam hal ini adalah para hakim yang membuat dan memberlakukan undang-undang, serta orang-orang yang mematuhinya, jika meyakini kebenaran UU tersebut dan rela dengannya.
i. Syirik tawakkal

Tawakkal ada tiga jenis:

a. Tawakkal dalam perkara yang hanya mampu dilaksanakan oleh Allah saja. Tawakkal jenis ini harus diserahkan kepada Allah semata, jika seseorang menyerahkan atau memasrahkannya kepada selain Allah, maka ia termasuk Musyrik.

b. Tawakkal dalam perkara yang mampu dilaksa-nakan para makhluk. Tawakkal jenis ini seharusnya juga diserahkan kepada Allah, sebab menyerah-kannya kepada makhluk termasuk syrik ashghar.

c. Tawakkal dalam arti kata mewakilkan urusan kepada orang lain dalam perkara yang mampu dilaksanakannya. Seperti dalam urusan jual beli dan lainnya. Tawakkal jenis ini diperbolehkan, hanya saja hendaklah seseorang tetap bersandar kepada Allah Subhanahu wa Taala, meskipun urusan itu diwakilkan kepada makhluk.

j. Syirik niat dan maksud

Yaitu beribadah dengan maksud mencari pamrih manusia semata, mengenai hal ini Allah Subhanahu wa Taala berfirman (yang terjemahannya):

“Barang siapa menghendaki kehidupan dunia dan perhiasannya, niscaya Kami berikan kepadanya balasan pekerjaan mereka di dunia dengan sempurna, dan mereka di dunia tidak akan dirugikan. Itulah orang-orang yang tidak akan memperoleh di akhirat kecuali neraka, dan lenyaplah di akhirat itu apa yang telah mereka usahakan di dunia, dan sia-sialah apa yang telah mereka kerjakan.(Hud: 15-16).
Syirik jenis ini banyak menimpa kaum munafiqin yang telah biasa beramal karena riya.

k. Syirik dalam Hal Percaya Adanya Pengaruh Bintang dan Planet terhadap Berbagai Kejadian dan Kehidupan Manusia.

Dari Zaid bin Khalid Al Juhani, ia berkata: Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda (yang terjemahannya): Allah berfirman: Pagi ini di antara hambaku ada yang beriman kepada-Ku dan ada pula yang kafir. Adapun orang yang berkata, kami diberi hujan dengan karunia Allah dan rahmat-Nya, maka dia beriman kepada-Ku dan kafir terhadap bintang. Adapun orang yang berkata: Hujan itu turun karena bintang ini dan bintang itu maka dia telah kufur kepadaKu dan beriman kepada bintang. (HR, Bukhari). Lihat Fathul Bary, 2/333).
Termasuk dalam hal ini adalah mempercayai astrologi (ramalan bintang) seperti yang banyak kita temui di koran dan majalah. Jika ia mempercayai adanya pengaruh bintang dan planet-planet terse-but maka dia telah musyrik. Jika ia membacanya sekedar untuk hiburan maka ia telah melakukan perbuatan maksiat dan dosa. Sebab tidak dibolehkan mencari hiburan dengan membaca hal-hal syirik. Disamping setan terkadang berhasil menggoda jiwa manusia sehingga ia percaya kepada hal-hal syirik tersebut. Maka, membacanya termasuk sarana dan jalan menuju kemusyrikan.

2. Syirik Ashghar

Yaitu setiap ucapan atau perbuatan yang dinyata-kan syirik oleh syara tetapi tidak mengeluarkan dari agama. Ia merupakan dosa besar yang dapat mengantarkan kepada syirik akbar.

Macam-macam syirik asghar:

a. Zhahir (nyata)

- Berupa ucapan: Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda (yang terjemahannya): “Barangsiapa yang bersumpah dengan selain nama Allah, maka ia telah berbuat syirik. (HR. Ahmad, Shahih).
Dan sabda Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam yang lain (yang terjemahannya): Janganlah kamu berkata: Atas kehendak Allah dan kehendak Fulan. Tapi katakanlah: Atas kehendak Allah , kemudian kehendak Fulan. (HR. Ahmad, Shahih).

- Berupa amalan, seperti: Memakai gelang, benang, dan sejenisnya sebagai pengusir atau penangkal mara bahaya, jika ia meyakini bahwa benda-benda tersebut hanya sebagai sarana tertolak atau tertangkalnya bala. Namun bila dia meyakini bahwa benda-benda itulah yang menolak dan menangkal bala, hal itu termasuk syirik akbar. Imran bin Hushain radiallahu anhu menuturkan, bahwa Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam melihat seorang laki-laki terdapat di tangannya gelang kuningan, maka beliau bertanya (yang terjemahannya): Apakah ini? Orang itu menjawab: Penangkal sakit. Nabi pun bersabda: Lepaskan itu karena dia hanya akan menambah kelemahan pada dirimu; sebab jika kamu mati sedang gelang itu masih ada pada tubuhmu, kamu tidak akan beruntung selama-lamanya.(HR. Imam Ahmad dengan sanad yang bisa diterima).
Dan riwayat Imam Ahmad pula dari Uqbah bin Amir dalam hadits marfu (yang terjemahannya): Barang siapa menggan-tungkan tamimah, semoga Allah tidak mengabul-kan keinginannya; dan barang siapa menggantungkan wadaah, semoga Allah tidak memberi ketenangan pada dirinya. Disebutkan dalam riwayat lain: Barang siapa menggantungkan tamimah, maka dia telah berbuat syirik.(Tamimah adalah sesuatu yang dikalungan di leher anak-anak seba-gai penangkal atau pengusir penyakit, pengaruh jahat yang disebabkan rasa dengki seseorang dan lain sebagainya. Wadaah adalah sejenis jimat).

b. Khafi (tersembunyi); syirik yang bersumber dari amalan hati, berupa riya, sumiah dan lain-lainnya.

BAHAYA SYIRIK

1. Syirik Ashghar (tidak mengeluarkan dari agama).

a. Merusak amal yang tercampur dengan syirik ashghar.

Dari Abu Hurairah radiallahu anhu marfu (yang terjemahannya): Allah berfirman: Aku tidak butuh sekutu-sekutu dari bagian, barang siapa yang melakukan suatu amalan yang dia menyekutukan-Ku padanya selain Aku maka Aku tinggalkan dia dan persekutuannya. (Riwayat Muslim, kitab az-Zuhud 2985, 46).

b. Terkena ancaman dari dalil-dalil tentang syirik, karena salaf menggunakan setiap dalil yang berkenaan dengan syirik akbar untuk syirik ashghar. (Lihat al-Madkhal, hal 124).

c. Termasuk dosa besar yang terbesar.

2. Syirik Akbar

a. Kezhaliman terbesar.

Firman Allah Ta'ala (yang terjemahannya):Sesungguhnya syirik itu kezhaliman yang besar. (Luqman: 13).

b. Menghancurkan seluruh amal.

Firman Allah Ta'ala (yang terjemahannya):Sesungguhnya jika engkau berbuat syirik, niscaya hapuslah amalmu, dan benar-benar engkau termasuk orang yang rugi. (az-Zumar: 65).

c. Jika meninggal dalam keadaan syirik, maka tidak akan diampuni oleh Allah Subhanahu wa Ta ala.

Firman Allah Ta'ala (yang terjemahannya):Sesungguhnya, Allah tidak akan mengampuni jika disekutukan, dan Dia akan mengampuni selain itu (syirik) bagi siapa yang (Dia) kehendaki. (an-Nisaa: 48, 116).
d. Pelakunya diharamkan masuk surga.

Firman Allah Ta'ala (yang terjemahannya):Sesungguhnya barang siapa menyekutukan Allah, maka pasti Allah mengharamkan jannah baginya dan tempatnya adalah neraka, dan tidak ada bagi orang-orang zhalim itu seorang penolong pun.(al-Maidah: 72).
e. Kekal di dalam neraka.

Firman Allah Ta'ala (yang terjemahannya):“Sesungguhnya orang kafir, yakni ahli kitab dan orang-orang musyrik (akan masuk) ke jahannam, mereka kekal di dalamnya. Mereka itu adalah seburuk-buruk makhluk. (al-Bayyinah: 6).

f. Syirik adalah dosa paling besar.

Firman Allah Ta'ala (yang terjemahannya):Sesungguhnya Allah tidak mengampuni dosa mempersekutukan (sesuatu) dengan Dia, dan Dia mengampuni dosa yang selain dari syirik itu. Bagi siapa yang mempersekutukan (sesuatu) dengan Allah, maka sesungguhnya ia telah tersesat sejauh-jauhnya. (an-Nisa: 166).

g. Perkara pertama yang diharamkan oleh Allah.

Allah Subhanahu wa Ta ala berfirman (yang terjemahannya): “Katakanlah: Rabbku hanya mengharamkan perbuatan yang keji, baik yang nampak ataupun ter-sembunyi, dan perbuatan dosa, melanggar hak manusia tanpa alasan yang benar, (mengharamkan) mempersekutukan Allah dengan sesuatu yang Allah tidak menu-runkan hujjah untuk itu dan (meng-haram-kan) mengada-adakan terhadap Allah apa yang tidak kamu ketahui. (Al-Araaf: 33).

h. Dosa pertama yang diharamkan oleh Allah Subhanahu wa Ta ala.

Lihat Quran surah al-Anaam: 151.

i. Pelakunya adalah orang-orang najis (kotor) akidahnya.

Allah Ta'ala berfirman (yang terjemahannya): Hai orang-orang yang beriman, sesung-guhnya orang-orang musyrik itu najis. (at-Taubah: 28).

Wallahualam Bisshawab

Bahan Bacaan:

Kitab Tauhid (terjemah) Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab At Tamimi

Dosa-Dosa yang Dianggap Biasa (terjemah), Syaikh Muhammad bin Shalih al Munajjid.

Majalah As-Sunnah 09/IV/1421/2000.








NEGERI-NEGERI YANG DIBINASAKAN (diambil dari situs hidayatullah).
Bergelimang maksiat, musyrik dan bermewah-mewah
Dan betapa banyak (penduduk) negeri yang dzalim yang telah Kami binasakan.(QS. Al-Anbiyaa:11)
Al-Qur'anul Karim dalam lembaran-lembaran sucinya menceritakan kepada kaum Muslimin tentang negeri-negeri, suku bangsa, maupun kota-kota yang telah dihancurkan oleh Allah swt.
Menelusuri perjalanan negeri-negeri yang telah binasa tersebut, terasa sulit mengingat peristiwa yang diceritakan hanya sebagian. Sementara kitab suci Taurat sebagai kitab yang diimani kaum Muslimin, juga tidak mencatat kehidupan mereka.
Negeri-negeri yang telah Kami binasakan itu Kami ceritakan sebagian dari beritanya kepadamu. (QS.Al-'Araaf:101)
Kehancuran negeri yang sebelumnya digambarkan hidup penuh makmur, sejahtera, dan damai dilakukan melalui bermacam-macam cara: diberi gempa bumi yang hebat yang berlangsung berhari-hari dan diiringin dengan hujan batu berlumpur, seperti yang dialami kaum Nabi Luth as; terjangan badai dahsyat dan cuaca dingin seperti dialami ummat Nabi Hud as; menenggelamkan penghuninya dengan banjir besar, seperti yang dialami ummat Nabi Nuh as; gemuruh suara petir yang sangat kuat dan mematikan seperti ummat Nabi Shalih as.
Kaum Nabi Luth as dimusnahkan akibat perbuatan mereka yang melegalisir hubungan seksual dengan kaum sejenis (homosek). Mereka memilih sesama lelaki untuk pasangan hidupnya. Bahkan perkawinan yang wajar (antara lelaki-perempuan) dianggap hal yang aneh. Penawaran Luth akan putrinya agar mereka nikahi justru dicibirkan.
Dengan penuh bijaksana Luth memperingatkan mereka agar segera kembali ke jalan yang benar. Akan tetapi mereka malah mengancam akan menyiksa Luth as bila terus menyalahkan dan menyesalkan mereka. Oleh karena pembangkangan sudah melewati batas, Luth memohon kepada Allah swt agar mereka dihukum dengan azab yang berat.
Sebelum adzab itu datang, Allah telah memperintahkan Luth bersama anak-anak dan para pengikutnya, meninggalkan negeri Sodum (Sodom), kecuali istrinya yang memang menolak ajaran Luth. Negeri itu akhirnya dihancurkan sehancur-hancurnya. Luth dan para pengikutnya selamat.
Kehancuran yang menimpa kaum `Ad adalah akibat perilaku mereka yang syirik kepada Allah swt. Mereka menganut kepercayaan kepada banyak dewa dan menyembah dewa-dewa tersebut. Padahal Allah telah memberikan berbagai kenikmatan kepada mereka seperti, memberi binatang-binatang ternak yang banyak, tanah perkebunan yang subur dan sumber air yang berlimpah. Selain itu, mereka diberi kemampuan membangun benteng-benteng kuat dan monumen-monumen menjulang tinggi. Akan tetapi, kemakmuran dan kemahiran yang Allah anugerahkan, justru membuat mereka sombong. Mereka tetap bersikukuh pada kesesatannya. Allah juga telah menurunkan Nabi Hud as untuk membimbing kehidupan mereka, namun mereka mengingkari, ajakan Hud as untuk menyembah satu Tuhan, Allah swt. Bahkan mereka menantang Nabi Hud as dengan mengatakan, “Datangkanlah azab yang kamu ancamkan kepada kami, jika kamu termasuk orang-orang yang benar!
Maka azab itu benar-benar datang menimpa mereka dalam bentuk bencana badai dan suhu dingin selama tujuh hari delapan malam. Mereka mati bergelimpangan seperti pohon korma yang ditumbangkan. (QS. al-Qamar:19,20 dan QS. al-Haqqah: 6,7)
Suku bangsa yang dihancurkan pada masa Nabi Hud as dikelompokan sebagai Al-Arab al-Ba'idah, atau bangsa Arab yang telah binasa. Suku bangsa tersebut adalah: Thasm, Tsamud, Amlaq, Judais, dan Abd Dakhm. Mereka merupakan keturunan kaum Ad (Tafsir Ibnu Kasir) yang merupakan generasi ke-4 dari Nabi Nuh as, yaitu Ad bin Aus bin Sam bin Nuh as.
Al Qur'an menceritakan tentang kehidupan mereka yang termaktub dalam 18 surah, yaitu surah al-A'raf, at-Taubah, Hud, Ibrahim, Al-Hajj, al-Furqan, Asy-Syu'ara, al-Ankabut, Sad, al-Mukmin, Fussilat, al-Ahqaf, Qaf, Az-Zuriyat, an-Najm, al-Qamar, al-Haqqah, dan al-Fajr.
Masa kehidupan kaum 'Ad tidak diketahui dengan jelas. Al Qur'an menyebut kaum Ad hadir setelah kaum Luth dan Samud. Kaum Luth semasa dengan Nabi Ibrahim as yang diperkirakan antara abad ke-18 dan ke-17 SM. Sedangkan kaum Tsamud diperkirakan hidup tahun ke 8 SM.
Kaum Tsamud dihancurkan akibat durhaka kepada Tuhan dan mendustai ajaran Nabi Shalih as. Nabi Shalih mengajak ummatnya agar kembali ke jalan yang benar, namun mereka menolak. Bahkan unta yang menjadi mukjizat Nabi Shalih mereka bunuh.
Mereka hidup berwewah-mewah dengan mendirikan rumah-rumah dan bungalow-bungalow megah. Mendirikan sarana megah bagi mereka tidak sulit sebab mereka ahli-ahli bangunan yang tak tertandingkan pada masanya. Dan segala kemampauan yang dimiliki, mereka curahkan untuk menikmati kehidupan dunia. Sementara masih banyak masyarakat melarat yang hidup menderita. Oleh sebab itu, Allah membinasakan mereka lantaran hidup semakin congkak dan sombong, dengan mendatangkan gempa dan petir yang dahsyat.
Sama dengan aktivitas religi kaum Ad dan Tsamud, ummat Nabi Nuh as juga lebih memilih menyembah berhala dari pada mengikuti ajaran Nuh as. Ada lima berhala (ideologi) yang terkenal pada masa itu masing-masing, Wadd (dalam wujud laki-laki), Suwwa (dalam wujud wanita), Yagus (dalam wujud singa), Ya'uq(dalam wujud kuda), dan Nasr (dalam wujud elang).
Selain itu, penolakan keras ummat Nabi Nuh as disebabkan karena Nuh as mengajarkan tentang persamaan derajat manusia (egelitarianisme), mengajak mereka untuk berhukum pada hukum Allah. Ajakan Nuh as ditolak mentah-mentah. Hal ini terutama dilakukan oleh kalangan aristokrat yang ingin tetap mempertahankan sistem feodalisme.
Selama sembilan ratus lima puluh tahun Nuh as berdakwah, hanya sedikit orang yang mau mengikuti seruannya. Allah berfirman, Dan sesungguhnya Kami telah mengutus Nuh kepada kaumnya, maka ia tinggal di antara mereka seribu tahun kurang lima puluh tahun....(QS. Al-Ankabuut:14)
Karena pembangkangannya, akhirnya mereka ditimpa bencana alam berupa banjir besar yang terkenal dengan banjir Nabi Nuh.
Maka mereka ditimpa banjir besar, dan mereka adalah orang-orang dzalim.(QS. Al-Ankabuut:14)
Menurut tafsir Al-Maroghi, kehancuran bangsa-bangsa tersebut selain disebabkan oleh musyrik dan maksiat, juga karena dibiarkan merebaknya ilmu sihir di segenap penjuru negeri. Menurut Al-Maroghi sihir ada tiga macam. Pertama, sihir yang dilakukan dengan menggunakan sebab-sebab yang diambil dari alam, seperti khasiat dari bahan-bahan tertentu yang hanya dikenal oleh tukang sihir dan tidak diketahui oleh orang yang akan disihir. Kedua, sulap yang rahasianya terletak pada kecepatan tangan dalam menyembunyikan dan menampakkan yang lain. Ketiga, sihir dengan menggunakan pengaruh jiwa dengan mempengaruhi jiwa orang yang lemah. Ilmu seperti itu pernah dipelajari di sekolah-sekolah tinggi Mesir kuno, kemudian diikuti bangsa Babilonia, Hindu dan negara-negara Barat. Deddy Corbuzier, pesulap yang kerap tampil di RCTI dengan wajah seperti kaisar Ming, adalah salah seorang yang mempelajari ilmu sulap (sihir) dari Barat.
Kekuatan sihir inilah yang kemudian menyebabkan kaum Bani Israil jatuh di kekuasaan Fir'aun yang kemudian dimusnahkan oleh Allah swt dengan di tenggelamkan di laut merah. Apakah negeri kita yang indah ini bakal mengalami nasib-nasib negeri seperti yang diceritakan di atas? (Atw)